I'm still alive

 Halo, selamat pagi semuanya.


Ini sudah pukul 01.12 WIB, masih di rumah yang sama, di ruangan yang sama, namun perubahan diri yang berbeda. Berawal dari hanya mencari jejak diri di masa lalu guna menghindari komentar yang tidak ingin didengarkan, aku, Ami, bertemu lagi dengan laman ini. Ya, laman yang Ami remaja gunakan untuk merangkum tugas dan menulis apa yang dia mau saja. Aku yang dulu benar-benar naif dan berpikir bisa bekerja hanya dengan menulis saja.


Sekarang aku sudah besar, meskipun sebenarnya jiwaku ini masih menolak untuk jadi dewasa. Sudah berapa kali aku gagal dalam percintaan, hah, mengingatnya benar-benar membuatku merasa aku yang sekarang ini sudah berubah jadi lebih perasa. Pekerjaanku sekarang tidak seperti yang aku impikan, namun aku senang karena selalu ada kesempatan bagiku untuk menyelinginya dengan hal yang aku suka.


Dulu aku yang sangat jengkel jika dikatakan wibu, kini sudah berubah jadi sosok yang tak disangka oleh Ami remaja. Aku bertemu dengan banyak orang baru, pun masih ada pula orang lama yang senantiasa bersanding denganku meski kami sudah ditaut jarak dan rindu. Aku masih tidak percaya diri seperti aku yang dulu, namun kini aku bisa ditutupi itu dengan berlakon dan berbusana selayaknya orang lain.


Kepala keluargaku sudah tiada, aku dan saudara kandungku, kami semua dituntut mandiri tanpa kehadiran bapak, pun ibu yang sudah lupa dimana dia harus berpijak. Semuanya terasa lebih sulit, aku lebih jadi perasa dan lebih sering menangis, sudah berapa kali aku coba akhiri usia namun selalu saja gagal. Aku pengecut, aku tahu itu. Bertambah dewasa membuatku malah terlihat seperti kekanak-kanakkan. Aku tidak boleh terlihat lemah karena ucapan orang lain membuatku makin terpuruk, jadi aku selalu mencoba jadi pribadi yang tidak punya beban.


Aku sudah bisa merasakan pengalaman menyenangkan menonton pertunjukan CNBLUE yang aku idamkan dari aku yang berumur 10 tahun dulu. Rasanya sangat tidak nyata, Jungshin benar-benar tampan sekali. Tipe idealku yang nyata.


Aku iri dengan Ami remaja yang masih bisa tertawa riang meskipun bebannya juga berat kala itu. Aku sendiri malu dengan diriku sendiri. Tapi satu hal yang tidak aku sangka, bahwa sampai saat ini, aku masih bernafas.


Semoga kamu, yang sudi hampiri lamanku, entah dari dulu atau baru, juga bisa menghargai diri dan mendapat banyak hal baik dalam hidupmu.

Komentar